WELCOME TO MY BLOG'JAPANGGUNG'BAREGBEG LAKBOK BLOGS ASAL DADI BISA NYENGIR

T'LAH PERGI JANTUNG HATI''

Seperti pagi yang ‘ku lalui ‘ku rasakan semangat yang biasa … Berjalan … Aku membayangkan pesona keindahan ‘mu Melayang … menikmati pengaruh diri ‘mu Berlari … ‘ku rangkai buaian kata-kata ‘tuk pikat hati ‘mu Namun aku tak sanggup … Kar’na pesona manis ‘mu membelenggu hati ini Ingin ‘ku tanyakan … kemana e’kau pergi Namun aku tak mampu … Kar’na aku merindukan ‘mu

merenungi diri


Bila malam mulai merangkul kesunyiannya

Kepada siapa aku datang untuk mengadu

Atau hanya sunyinya yang bisa berlabuh?

Dengan kehampaan dan kekosongan alunannya

Tanpa nada…getir…lewat…



Bila malam mulai merangkul kesunyiannya

Kepada siapa aku akan bertanya

Sedang…perjalanan ini menantiku

Berharap terlampaui seperti

-malam musim dingin-

dan salju itu turun –indah-

dan dingin itu melahirkan perapian baru –hangat-

tapi sunyinya telah terjaga

entah sampai kapan



Bila malam mulai merangkul kesunyiannya

Kepada siapa aku akan bersembunyi

Karna ketakutan “itu” datang

Bersama temanku “kesendirian”



Bila malam mulai merangkul kesunyiannya

Kepada siapa aku akan berharap

Sementara alam ikut diam terbawa kesunyiannya

Dan kau…makin tenggelam didalamnya

Terbang bersama malaikat “mimpimu”

Sedang aku?!

Aku berlabuh dimana?

Karna sunyi itu benar-benar terangkul

Bersama alunan harpa malam dengan kehampaannya

Dan sauhku tlah kubuang jauh

-aku tak peduli-

sampai labuhan asa mana?



Dan saat lilinku mati dalam perjalananku

Sunyi itu mulai menggrogoti pijarku

Dimana akan kutemukan perapianku?

Atau…jasad ini mati?



Kapan sunyi itu lelap

Hingga aku tak perlu berlari

Sembunyi dari teman setia “kesendirian”



Bila malam mulai merangkul kesunyiannya

Akupun ingin terangkul

Bersama malaikat mimpimu

ga ada keberanian

Orang2 memanggilku "POHON" karena aku sangat baik dalam menggambarpohon.AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademarkpada semua lukisanku. AKU telah berpacaran sebanyak 5 kali...
Ada satu wanita yang sangat AKU cintai..tapi AKU tidak punyakeberanian untuk mengatakannya. ..Dia tidak cantik..tidak memiliki tubuh yang sexy..Dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi..dia hanya wanitabiasa saja.AKU menyukainya. .sangat menyukainya. .Gayanya yang innocent dan apa adanya..kemandirian nya..kepandaiann yadan kekuatannya. ..
Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena...AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku...AKU takut...jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akanhilang...AKU takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya. ..AKU merasa dia adalah "sahabatku". ..AKU akan memilikinya tiada batasnya...tidak harus memberikan semuanyahanya untuk dia...
Alasan yang terakhir..membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulanselama 3 tahun ini...Dia tau AKU mengejar gadis2 lain dan AKU telah membuatnya menangisselama 3 tahun...
Ketika AKU mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya...Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah..."lanjutkan saja" katanya,setelah itu pergi meninggalkan kami.Esoknya, matanya bengkak..dan merah...AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis...but AKU tertawa...bercanda dengannya seharian di ruang itu...Di sudut ruang itu dia menangis...dia tidak tau bahwa AKU kembaliuntuk mengambil sesuatu yang tertinggal.. .Hampir 1 jam kulihat dia menangis disana....
Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. ..Pernah sekali mereka berdua perang dingin, AKU tau bukan sifatnyauntuk memulai perang dingin...Tapi AKU masih tetap bersama pacarku...AKU berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dankaget...AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersamapacarku...Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yangterjadi sebelumnya.. .AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakithatiku sama buruknya dengan dia...AKU juga sedih...
Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke 5, AKU mengajaknya pergi...Setelah kencan satu hari itu, AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yangingin kukatakan padanya... Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwadia juga ingin mengatakan sesuatu padaku...AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku...Dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan denganseseorang...AKU tau pria itu...dia sering mengejarnya selama ini...Pria yang baik,penuh energi dan menarik...
AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyumdan mengucapkan selamat padanya...Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan AKU tidakdapat menahannya.. .Seperti ada batu yang sangat berat didadaku...AKU tak bisa bernapasdan ingin berteriak namun apa daya...
Air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya...Sudah sering AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkankehadirannya. ..Handphoneku bergetar...ternyata ada SMS masuk...SMS itu dikirim 10hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis...
SMS itu berbunyi,"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHONtidak memintanya untuk tinggal?"
DAUN
AKU suka mengoleksi daun-daun, kenapa?Karena AKU merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama iniditinggali membutuhkan banyak kekuatan.
Selama 3 thn AKU dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi"Sahabat". Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya...AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajarisebelumnya - CEMBURU..Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon.Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2bulan...Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan yang luar biasagembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi...
AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapadia tidak mau mengatakannya?Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untukmelangkah?Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih...Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa...
AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelahtangan...Tapi..mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman?
Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati...AKU tahukesukaannya. ..kebiasaannya. ..Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui...Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?Diluar itu, AKU mau tetap disampingnya. ..memberinyaperhatian... menemani. ..danmencintainya. ..Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku. ..Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam...mengharapka nmengirimku SMS...AKU tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untuk ku...Karena itu, AKU menunggunya. ..
3 tahun cukup berat untuk kulalui dan AKU mau menyerah...Kadang AKUberpikir untuk tetap menunggu...Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini...
Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku.. .setiap hari diamengejarku tanpa lelah...Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakandariku...AKU berpikir...apakah aku ingin memberikan ruang kecil di hatikuuntuknya ?!..
Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untukterbang dari pohon...Akhirnya, AKU sadar bahwa AKU tidak ingin memberikan Angin ini ruangyangkecil di hatiku...
AKU tau Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempatyang lebih baik...Akhirnya AKU meninggalkan Pohon...tapi Pohon hanya tersenyum dantidak memintaku untuk tinggal...AKU sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku...
"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanyauntuktinggal?"
ANGIN
AKU menyukai seorang gadis bernama Daun...karena dia sangat bergantung pada Pohon..jadi aku harus menjadi ANGINyang kuat...
Angin akan meniup Daun terbang jauh...Pertama kalinya..AKU melihat seseorang memperhatikan kami...Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nyamemerhatikan Pohon...Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya...Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya...Memperhatikannya menjadi kebiasaanku. ..seperti daun yang sukamelihat Pohon.Satu hari saja tak kulihat dia...AKU merasa sangat kehilangan.. .
Di sudut ruang itu, ku lihat pohon sedang memperhatikan daun...Air mengalir di mata daun ketika Pohon pergi...Esoknya...Ku lihat Daun di tempatnya yang biasa, sedangmemperhatikan Pohon...AKU melangkah dan tersenyum padanya...Kuambil secarikkertas..kutulis dan kuberikan padanya...Dia sangat kaget...
Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku...Esoknya...dia datang...menghampir iku dan memberikan kembali kertasitu...Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itukarena Daun tidak mau meninggalkan Pohon.AKU melihat kearahnya... kuhampiri dengan kata2 itu...Sangat pelan...dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dantelponku...
AKU tau orang yang dia cintai bukan AKU...tapi AKU akan berusaha agarsuatuhari dia menyukaiku.. .Selama 4 bln, AKU telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20xkepadanya...Hampir tiap kali dia mengalihkan pembicaraan. ..tapi AKU tidakmenyerah...Keputusanku bulat....AKU ingin memilikinya. ..dan berharap dia akansetuju menjadi pacarku....
Aku bertanya," apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernahmembalas?Mengapa kau selalu membisu?"Dia berkata, "AKU menengadahkan kepalaku"...
"Ah?" Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar..."Aku menengadahkan kepalaku" dia berteriak...
Kuletakkan telepon..... .melompat. ...berlari seribu langkah...kerumahnya...Dia membuka pintu bagiku...Ku peluk erat-erat tubuhnya...
"DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanyauntuk tinggal?"

JIKA KAU MENGINGINKAN CINTA DARI SESEORANG... TUNJUKKAN CINTAMU !!!!CINTA TIDAK MEMBUTUHKAN KERAGUAN...TUNJUKKAN SAJA !!!!

cah bendungan menganti



>>>>>>>>>>>>>Tidur beralas tikar dingin beratap mimpi hidup sederhanajauh dari napsu birahi!
Menanti dan tesus menanti hingga kini ku tinggalkan panggung baregebg sehingga diriku terjebak kerinduan d hati"
sadarkah dirimu wahai sahatku ribuan dosa telah kita jilati ribuan kebaikan tlh kita ludahi!.

abu sufyan bin haris

Ia adalah Abu Sufyan bin Harits, dan bukan Abu Sufyan bin Harb ayah Mu’awiyah. Kisahnya merupakan kisah kebenaran setelah kesesatan, sayang setelah benci dan bahagia setelah celaka …. Yaitu kisah tentang rahmat Allah yang pintu-pintu-nya terbuka lebar, demi seorang hamba menjatuhkan diri diharibaan-Nya, setelah penderitaan yang berlarut-larut … ! Bayangkan, waktu tidak kurang dari 20 tahun yang dilalui Ibnul Harits dalam kesesatan memusuhi dan memerangi Islam … ! Waktu 20 tahun, yakni semenjak dibangkitkan-Nya Nabi saw. sampai dekat hari pembebasan Mekah yang terkenal itu. Selama itu Abu Sufyan menjadi tulang punggung Quraisy dan sekutu-sekutunya, menggubah syair-syair untuk menjelekkan serta menjatuhkan Nabi, juga selalu mengambil bagian dalam peperangan yang dilancarkan terhadap Islam. Saudaranya ada tiga orang, yaitu Naufal, Rabi’ah dan Abdullah, semuanya telah lebih dulu masuk Islam. Dan Abu Sufyan ini adalah saudara sepupu Nabi, yaitu putera dari pamannya, Harits bin Abdul Mutthalib. Di samping itu ia juga saudara sesusu dari Nabi karena selain beberapa hari disusukan oleh ibu susu Nabi, Halimatus Sa’diyah. Pada suatu hari nasib mujurnya membawanya kepada peruntungan membahagiakan. Dipanggilnya puteranya Ja’far dan dikatakannya kepada keluarganya bahwa mereka akan bepergian. Dan waktu ditanyakan ke mana tujuannya, jawabnya ialah: “Kepada Rasulullah, untuk menyerahkan diri bersama beliau kepada Allah Robbul’alamin .. . !” Demikianlah ia melakukan perjalanan dengan mengendarai kuda, dibawa oleh hati yang insaf dan sadar …. Di Abwa’ kelihatan olehnya barisan depan dari suatu pasukan besar. Maklumlah ia bahwa itu adalah tentara Islam yang menuju Mekah dengan maksud hendak membebaskannya. Ia bingung memikirkan apa yang hendak dilakukannya. Disebabkan sekian lamanya ia menghunus pedang memerangi Islam dan menggunakan lisannya untuk menjatuhkannya, mungkin Rasulullah telah menghalalkan darahnya, hingga ia bila tertangkap oleh salah seorang Muslimin, ia langsung akan menerima hukuman qishas. Maka ia harus mencari akal bagaimana caranya lebih dulu menemui Nabi sebelum jatuh ke tangan orang lain. Abu Sufyan pun menyamar dan menyembunyikan identitas dirinya. Dengan memegang tangan puteranya Ja’far, ia berjalan kaki beberapa jauhnya, hingga akhirnya tampaklah olehnya Rasulullah bersama serombongan shahabat, maka ia menyingkir sampai rombongan itu berhenti. Tiba-tiba sambil membuka tutup mukanya, Abu Sufyan menjatuhkan dirinya di hadapan Rasulullah. Beliau memalingkan muka daripadanya, maka Abu Sufyan mendatanginya dari arah lain, tetapi Rasulullah masih menghindarkan diri daripadanya. Dengan serempak Abu Sufyan bersama puteranya berseru: “Asyhadu alla ilaha illallah. Wa-asyhadu anna Muhammadar Rasulullah . Lalu ia menghampiri Nabi saw. seraya katanya: “Tiada dendam dan tiada penyesalan, wahai Rasulullah”. Rasulullah pun menjawab: “Tiada dendam dan tiada penyesalan, wahai Abu Sufyan!” Kemudian Nabi menyerahkannya kepada Ali bin Abi Thalib, katanya: — “Ajarkanlah kepada saudara sepupumu ini cara berwudlu dan sunnah, kemudian bawa lagi ke sini”. Ali membawanya pergi, dan kemudian kembali. Maka kata Rasulullah: “Umumkanlah kepada orang-orang bahwa Rasulullah telah ridla kepada Abu Sufyan, dan mereka pun hendaklah ridla pula…!” Demikianlah hanya sekejap saat…! Rasulullah bersabda: “Hendaklah kamu menggunakan masa yang penuh berkah…!” Maka tergulunglah sudah masa-masa yang penuh kesesatan dan kesengsaraan, dan terbukalah pintu rahmat yang tiada terbatas…. Abu Sufyan sebetulnya hampir saja masuk Islam ketika melihat sesuatu yang mengherankan hatinya ketika perang Badar, yakni sewaktu ia berperang di pihak Quraisy. Dalam peperangan itu, Abu Lahab tidak ikut serta, dan mengirimkan ‘Ash bin Hisyam sebagai gantinya. Dengan hati yang harap-harap cemas, ia menunggu-nunggu berita pertempuran, yang mulai berdatangan menyampaikan kekalahan pahit bagi pihak Quraisy. Pada suatu hari, ketika Abu Lahab sedang duduk dekat sumur Zamzam bersama beberapa orang Quraisy, tiba-tiba kelihatan oleh mereka seorang berkuda datang menghampiri. Setelah dekat, ternyata bahwa ia adalah Abu Sufyan bin Harits. Tanpa bertangguh Abu Lahab memanggilnya, katanya: – “Mari ke sini hai keponakanku! Pasti kamu membawa berita! Nah, ceritakanlah kepada kami bagaimana kabar di sana …!” Ujar Abu Sufyan bin Harits: – “Demi Allah! Tiada berita, kecuali bahwa kami menemui suatu kaum yang kepada mereka kami serahkan leher-leher kami, hingga mereka sembelih sesuka hati mereka dan mereka tawan kami semau mereka …! Dan Demi Allah! Aku tak dapat menyalahkan orang-orang Quraisy Kami berhadapan dengan orang-orang serba putih mengendarai kuda hitam belang putih, menyerbu dari antara langit dan bumi, tidak serupa dengan suatu pun dan tidak terhalang oleh suatu pun…!” – yang dimaksud Abu Sufyan dengan mereka ini ialah para malaikat yang ikut bertempur di samping Kaum Muslimin - Menjadi suatu pertanyaan bagi kita, kenapa ia tidak beriman ketika itu, padahal ia telah menyaksikan apa yang telah disaksikannya? Jawabannya ialah bahwa keraguan itu merupakan jalan kepada keyakinan. Dan betapa kuatnya keraguan Abu Sufyan bin Harits, demikianlah pula keyakinannya sedemikian kukuh dan kuat jika suatu ketika ia datang nanti …. Nah, saat petunjuk dan keyakinan itu telah tiba, dan sebagai kita lihat, ia Islam, menyerahkan dirinya kepada Tuhan Robbul’alamin … ! Mulai dari detik-detik keislamannya, Abu Sufyan mengejar dan menghabiskan waktunya dalam beribadat dan berjihad, untuk menghapus bekas-bekas masa lain dan mengejar ketinggalannya selama ini…. Dalam peperangan-peperangan yang terjadi setelah pempembebasan Mekah ia selalu ikut bersama Rasulu!lah. Dan di waktu perang Hunain orang-orang musyrik memasang perangkapnya dan menyiapkan satu pasukan tersembunyi, dan dengan tidak diduga-duga menyerbu Kaum Muslimin hingga barisan mereka porak poranda. Sebagian besar tentara Islam cerai berai melarikan diri, tetapi Rasulullah tiada beranjak dari kedudukannya, hanya berseru: “Hai manusia … ! Saya ini Nabi dan tidak dusta… ! Saya adalah putra Abdul Mutthalib … !” Maka pada saat-saat yang maha genting itu, masih ada beberapa gelintir shahabat yang tidak kehilangan akal disebabkan serangan yang tiba-tiba itu. Dan di antara mereka terdapat Abu Sufyan bin Harits dan puteranya Ja’far. Waktu itu Abu Sufyan sedang memegang kekang kuda Rasulullah. Dan ketika dilihatnya apa yang terjadi, yakinlah ia bahwa kesempatan yang dinanti-nantinya selama ini, yaitu berjuang fi sabilillah sampai menemui syahid dan di hadapan Rasulullah, telah terbuka. Maka sambil tak lepas memegang tali kekang dengan tangan kirinya, ia menebas batang leher musuh dengan tangan kanannya. Dalam pada itu Kaum Muslimin telah kembali ke medan pertempuran sekeliling Nabi mereka, dan akhirnya Allah memberi mereka kemenangan mutlak. Tatkala suasana sudah mulai tenang, Rasulullah melihat berkeliling …. Kiranya didapatinya seorang Mu’min sedang memegang erat-erat tall kekangnya. Sungguh rupanya semenjak berkecamuknya peperangan sampai selesai, orang itu tetap berada di tempat itu dan tak pernah meninggalkannya. Rasulullah menatapnya lama-lama, lalu tanyanya: “Siapa ini … ? Oh, saudaraku, Abu Sufyan bin Harits… !” Dan demi didengarnya Rasulullah mengatakan “saudaraku”, hatinya bagaikan terbang karena bahagia dan gembira. Maka diratapinya kedua kaki Rasulullah, diciuminya dan dicucinya dengan air matanya …. Ketika itu bangkitlah jiwa penyairnya, maka digubahnya pantun menyatakan kegembiraan atas keberanian dan taufik yang telah dikaruniakan Allah kepadanya: - “Warga Ka’ab dan ‘Amir sama mengetahui Di pagi hari Hunain ketika barisan telah cerai berai Bahwa aku adalah seorang ksatria berani mati Menejuni api peperangan tak pernah nyali Semata mengharapkan keridla;in Ilahi Yang Maha Asih dan kepada-Nya sekalian urusan akan kembali”. Abu Sufyan menghadapkan dirinya sepenuhnya kepada ibadat. Dan sepeninggal Rasulullah saw. ruhnya mendambakan kematian agar dapat menemui Rasulullah di kampung akhirat. Demikianlah walaupun nafasnya masih turun naik, tetapi kematiantetap menjadi tumpuan hidupnya… ! Pada suatu hari, orang melihatnya berada di Baqi’ sedang menggali lahad, menyiapkan dan mendatarkannya. Tatkala orang-orang menunjukkan keheranan mereka, maka katanya: “Aku sedang menyiapkan kuburku ….”. Dan setelah tiga hari berlalu, tidak lebih, ia terbaring dirumahnya sementara keluarganya berada di sekelilingnya dan sama menangis. Dengan hati puas dan tenteram dibukanya matanya melihat mereka, lalu katanya: — “Janganlah daku ditangisi, karena semenjak masuk Islam tidak sedikit pun daku berlumur dosa…!” Dan sebelum: Kepalanya terkulai di atas dadanya, diangkatkannya sedikit keatas seolah-olah hendak menyampaikan selamat tinggal kepada dunia fana ini …

masuknya islam di indonesia

Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah. Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi'i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab. Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil'alamin. Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah - terutama Belanda - menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi. Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani. Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi'i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).

kisah masa lalu ketika minum AM+KOLAS,duit pas pasan

Di tempat teman aku banyak penjual makanan & minuman yang lalu lalang, dari pagi hingga malam terutama tukang nasi goyeng, eh goreng deng, hehehehe...

Pada suatu malam ada tukang nasi goreng naas di panggil sama teman gue yang pada malam itu lagi teler berat alias Baok, alias mabok miras, sebut saja si "P", begini ceritanya :


"P" : "Eh !! sini luh !!!! gua ma...mama.. mau beli nih !!!!!" tentu saja dengan aksen maboknya.

T. nasi goreng : "Iya bang...??" (dengan nada ketakutan)

"P" : "Bii.....kinin gw nasi goyeng !! cepetan jangan.... lama-lama"

T. nasi goreng : "Iya bang ??, di bungkus apa pake piring bang...?"

"P" : "Ooo!!@!$ @?!...Pake piring terbang" (bernada kesal dan ngelantur)

T.nasi goreng : "Pake telor, apa biasa aja bang?"

"P" : "Emhh...uueee..., pake biji "PLR" lu aja heheheheh...,uuuee... pake teyoy goblok.....uuueeeee"

T.nasi goreng : "Telornya di ceplok apa di dadar bang ?" (tambah ketakutan)

"P" : "Ye...uuuee...di injek-injek jing !, Nanya lagi uuuue...gw dadar luh"
(sambil mengacungkan piso)

T.nasi goreng : "Ampunnnn bang... saya cuma tukang nasi goreng bang...telornya saya kasih dua dah..."

"P" : "Huahahahaha..uuueee... "telor" luh aja lu cepyok..."

T.nasi goreng : "Ampung bang.........!!!!????"

sambil gemetar T. nasi goreng terus melayani teman saya yang mabok, setelah selesai si "P" pun ngeloyor (pergi) kaya syetan uka-uka... hi...
                                                                                              

SEARCH GOOGLE