jiwa terkoyakMemandang gadis idaman yang tersaut lelaki lain
Yang mengabdi jadi sepasang kekasih
Terheran hatiku bicara
...Kapan hamba bisa jadi miliknya
Yang mengasihi tanpa ada pamrih
Terjerembabku mengadu
Bahwa aku hanya bisa tertawa bisu
Dan menangis terbahak-bahak
Di tengah rotasi perputaran hati
Dan dalam kebingungan yang sempurna
Hanya sendu yang kubawa
Untuk malam yang terang
Dan untuk siang yang semakin kelam
Hanya pilu yang kupunya
Untuk jiwa yang telah tiada
Dan untuk hati yang berkaca-kaca
Hanya ini yang kupunya
Sebuah harapan hampa hati
Dari kekekalan sendiri yang abadi




