Bila malam mulai merangkul kesunyiannya
Kepada siapa aku datang untuk mengadu
Atau hanya sunyinya yang bisa berlabuh?
Dengan kehampaan dan kekosongan alunannya
Tanpa nada…getir…lewat…
Bila malam mulai merangkul kesunyiannya
Kepada siapa aku akan bertanya
Sedang…perjalanan ini menantiku
Berharap terlampaui seperti
-malam musim dingin-
dan salju itu turun –indah-
dan dingin itu melahirkan perapian baru –hangat-
tapi sunyinya telah terjaga
entah sampai kapan
Bila malam mulai merangkul kesunyiannya
Kepada siapa aku akan bersembunyi
Karna ketakutan “itu” datang
Bersama temanku “kesendirian”
Bila malam mulai merangkul kesunyiannya
Kepada siapa aku akan berharap
Sementara alam ikut diam terbawa kesunyiannya
Dan kau…makin tenggelam didalamnya
Terbang bersama malaikat “mimpimu”
Sedang aku?!
Aku berlabuh dimana?
Karna sunyi itu benar-benar terangkul
Bersama alunan harpa malam dengan kehampaannya
Dan sauhku tlah kubuang jauh
-aku tak peduli-
sampai labuhan asa mana?
Dan saat lilinku mati dalam perjalananku
Sunyi itu mulai menggrogoti pijarku
Dimana akan kutemukan perapianku?
Atau…jasad ini mati?
Kapan sunyi itu lelap
Hingga aku tak perlu berlari
Sembunyi dari teman setia “kesendirian”
Bila malam mulai merangkul kesunyiannya
Akupun ingin terangkul
Bersama malaikat mimpimu



